Senator Aceh Presentasi Perdamaian Aceh di Filipina

Senator DPD RI asal Aceh, Fachrul Razi, MIP yang juga Wakil Ketua Komite I DPD RI mempresentasikan Model Perdamaian Aceh di Filipina. Kehadirannya Di Filipina Pada tanggal 24-28 Juli 2017, melakukan pertemuan dan presentasi di University of the Philippines di Manila, Center for Integrative and Development Studies dan Lembaga Philippines Institute for Development Studies. Presentasi juga dilakukan di Lembaga Dibawah Pemerintah Filipina yaitu Metro Manila Development Authority dan juga dilakukan di Departemen of Interior and Local Government, Filipina.

Fachrul Razi memaparkan sejarah konflik di Aceh dan proses perdamaian di Aceh. Dirinya Juga memaparkan tantangan Perdamaian di Aceh dan metode penyelesaian konflik di Aceh. Perdamaian di Aceh menjadi penting sebagai inspirasi perdamaian di beberapa negara seperti di Asia Tenggara.

Fachrul Razi menjelaskan tantangan Perdamaian di Aceh selama 11 tahun pasca ditandatanganinya MoU Helsinki 15 Agustus 2005. Fachrul Razi menjelaskan model pemerintahan lokal di Aceh dengan sistem asimetris desentralisasi dan model sistem politik lokal yang dipraktekkan di Aceh sebagai masukan bagi Pemerintah Filipina dalam menyelesaikan konflik di Selatan Filipina.

Senator Fachrul Razi mendukung proses Perdamaian Di Mindanau dengan diberikan Undang Undang Khusus Kepada Daerah Selatan Filipina yang mayoritas beragama Islam. Undang Undang Khusus kepada Selatan Filipina setidaknya mampu memberikan otonomi politik dan jaminan politik hukum kepada hak hak politik Warga negara di Selatan Filipina. Bentuk pemerintahan yang khusus dapat memberikan kepastian hukum dalam melaksanakan syariat Islam dan pendirian partai lokal untuk meredam konflik berkepanjangan bagi muslim di Mindanau, Filipina.

Senator Fachrul Razi mengatakan, adanya perdamaian adalah kunci utama dalam membangun kembali daerah yang mengalami konflik berkepanjangan, karena dengan Perdamaian, masyarakat menjadi bebas dalam beribadah dan membangun peradaban masyarakatnya. Dirinya mengatakan bahwa terlepas dari liku liku dan tantangan yang dihadapi Selama proses Perdamaian di Aceh namun Fachrul Razi mengatakan bahwa Rakyat Aceh sekarang hidup dalam perdamaian yang abadi. Dirinya memberikan Contoh bahwa Aceh adalah daerah yang dapat dijadikan model dan inpirasi dunia dan asia tenggara untuk proses perdamaian.

Sebelumnya, pada tahun 2016, Fachrul Razi juga pernah di undang Ke Bangkok, Thailand dan mempresentasikan Perdamaian Aceh. Pada tahun 2015, dirinya pernah diundang menjadi Pembicara masalah Perdamaian Aceh di Malaka International Dialogue Conference, dan mendapat Penghargaan dari World Assembly Of Youth (WAY) yang ber pusat di Malaysia. sebelumnya pada tahun 2013 dan 2014, Fachrul Razi pernah di undang oleh United Nations (UN) Atau Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk berbicara di UN Newyork Amerika Serikat tahun 2013 dan UN Geneve tahun 2014 di Swiss.

Dalam penyampaian Senator Fachrul mengundang pihak Universitas dan lembaga Pemerintah untuk berkunjung ke Aceh dan melakukan Kerja Sama dengan Pemerintah Aceh dan Universitas di Aceh dan melakukan penelitian atau kerja sama program dengan universitas yang ada di Aceh seperti Unsyiah, UIN Arraniry, UTU, Unimal, Unsam, IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa dan Universitas Al Muslim.

155 Total Views 1 Views Today

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*